Selasa, 13 September 2011

Mengapa Terapi (kadang) gagal? Part 4 (Selesai Sudah )

Bagaimana cara mengatasi atau paling tidak mengurangi efeknya?

Saya juga belum sepenuhnya mengamalkannya namun menurut saya ini sangat efektif mengurangi efek balik kejahatan yang dulu pernah kita lakukan. BTW, tadi malam diingatkan oleh seorang sobat yang menurutnya saya terlalu benci pada wanita yang cantik namun akhlaknya belum baik. Astaghfirullaah..

Alhamdulillah saya diingatkan oleh sobat saya ini dan saya mohon ampun atas kekeliruan ini.Tar malah kena Hukum Timbal Balik hehehe...

Apa yang perlu dilakukan?

Omong omong, sebelum saya menuliskan caranya, pengen sedikit cerita, setelah saya menuliskan 3 catatan yang menjelaskan tentang pengaruh kesalahan dimasa lalu saya sehingga terjadi efek gangguan emosi dan fisik seperti yang saya alami kemarin (mudah emosi, sariawan, batuk dan pilek) secara perlahan (saat ini) batuk yang dialami sudah sembuh, sariawannya sudah nyaris hilang sakitnya, pileknya malah lenyap semua Alhamdulillah..

What’s Going On?

Bisa jadi kenekatan saya mengakui secara publik dosa dan kesalahan saya dimasa lalu menjadikan Tuhan kasihan sama saya dan mengijinkan tubuh yang diamanahkanNya ini membaik.Padahal saya tidak melakukan jenis terapi apapun. Alhamdulillah :)

Hemm, saat baru saja selesai Subuh,saya teringat seorang sahabat dekat  yang suka merendahkan orang lain terutama ibunya sendiri. Bapaknya juga. Mereka dalam pandangannya(dulu) adalah orang tua yang kurang pendidikan dan tak mengerti cara mendidik anak. Dengan sombongnya,dia menentang banyak dari nasehat dan menganggap dirinya sangat jenius.Akibatnya, dia menderita sakit maag, masuk angin dan mudah sakit selama 10 tahun belakangan.Dia bahkan nyaris berantem dengan bapaknya dan hampir memukul ibu kandungnya sendiri! Gak hanya itu, kebiasaannya menjahili dan memukul adiknya juga sangat kelewatan! Iri dan dengki berlebihan merasukinya pada adik adiknya yang menurutnya dimasa itu mendapat fasilitas berlebih. Padahal, setau saya, dia itu hidupnya enak dan sangat malas. Weleh weleh...

Saat berdialog dengan saya, dia menangis karena  saya menjelaskan bahwa inilah penyebab mengapa banyak sekali kesialan dan kemarahan yang nempel ditubuhnya secara fisik dan spiritual. Bisa jadi inilah dosa terbesar yang menghancurkannya! Selain juga dosa pada orang lain tentunya. Ini juga yang jadi jawaban kenapa masuk angin dan gangguan maag yang dialaminya tidak juga hilang selama 10 tahun belakangan ini. Sebenarnya agak memalukan, karena dia sangat menjaga tubuhnya dengan olahraga yang lumayan rutin dan mengerti banyak tentang kesehatan. Setelah mengakuinya dan memohon ampun, tubuhnya dalam semalam langsung membaik dan staminanya meningkat pesat! Alhamdulillah :), saya juga menyarankan beberapa hal ini padanya untuk dilakukan dengan konsisten.

Ok jadi apa yang perlu dilakukan?
  1. Akui bahwa SEMUA hal negative yang telah terjadi adalah akibat dari kesalahan kita sendiri dengan penuh ikhlas pada Tuhan. Bersiaplah menerima AKIBAT dari perbuatan kita dimasa lalu dengan lapang dada dan penuh bahagia karena itulah penebus kesalahan kita dimasa lalu.Akui kesombongan dan keegoisan anda dimasa lalu dengan jantan.Lakukan itu dalam DOA yang KHUSYU' dan penuh Khidmat
2.Berhati hatilah dengan apa yang anda pikir, rasakan, katakan dan perbuat. GANTI SEMUANYA DENGAN YANG POSITIF! Karena semua hal yang anda pikir, rasakan, katakan dan lakukan itu akan kembali pada anda di waktu yang sangat spesifik  dan tak mungkin bisa dihindari! Walaupun kita dianggap ‘Master’ sekalipun.
3.Perbuatlah kebaikan sebanyak mungkin yang kita bisa. Semoga bisa menetralisir efek negative yang telah kita lakukan dimasa lalu.
4. Bersedekahlah sedaya mampu. Dikisahkan bahwa sedekah itu mampu menolak bala, menghapus dosa dan mendatangkan rezeki.
5. Jika memungkinkan, minta maaf lah kepada orang yang pernah anda sakiti secara langsung untuk mendapat ridho kemaafannya. Jika dinilai berbahaya atau tak mungkin, minta maaflah dalam doa pada Allah dan pada orang itu secara batin saja.

Hanya itu dan perlu saya akui, yang nomor 5 belum saya lakukan sepenuhnya. Dan sedang dalam proses ini hehehe…
Oya, introspeksi diri saat Subuh atau sebelum tidur adalah hal yang paling tepat untuk mengkoreksi apa saja yang kita perbuat hari ini. Dan jika ada yang dirasa keliru, kita hanya perlu mengakuinya, memohon maaf, dan mengijinkan diri untuk memaafkan siapapun yang dirasa berbuat keliru pada diri, karena hakikatnya, apa yang terjadi pada kita adalah pantulan perbuatan kita dimasa lalu yang mewujud saat ini.

Mohon maaf atas segala kesalahan. Semua catatan ini ditujukan khusus buat Saudaraku Fahmy Terapis Gaul yang selama ini banyak berbuat kesalahan dan saya mewakili beliau memohon maaf jika catatan ini kesannya ada yang menggurui atau membuat nggak nyaman. Maaf sepenuh hati. Maaf Sepenuh diri.

Secara khusus saya berdoa untuk kita, semoga kita SEMUAnya dikaruniai ILMU untuk mengetahui apa yang benar dan yang keliru dan KEBIJAKSANAAN untuk mengetahui bedanya. Amiin…
Salam Pengendalian :)

NB: Khusus kepada Mas Noeryanto A Dhipuro, Mas Arif RH, Kang Zain dan Sobat saya Qodrisyah, terima kasih karena telah memberi ilmu dan masukan berharga sekali buat saya yang masih mengkal ini. Semoga anda dibalas dengan kebaikan berlipat lipat oleh Sang Pemberi didunia dan akhirat Amiiiin...

May Allah always bless u All..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar