Selasa, 13 September 2011

Mengapa Terapi (kadang) gagal? Part 2

Seolah Flash back ke masa lalu, saya jadi teringat sebagian dari prilaku saya dulu yang sangat tidak menyenangkan. Bahkan ada beberapa yang belum hilang juga sampai sekarang. Ternyata dulu (sekarang udah agak berkurang) saya sangat suka berdebat dan mengkritisi orang lain tanpa memperhatikan adab dan kesantunan. Saya berpikir bahwa orang yang salah harus ‘diluruskan’. Saya menganggap waktu itu sayalah yang paling benar. Saya merasa dengan pengetahuan yang dipelajari sudah pantes untuk menghakimi orang lain. Sombong NAU’DZU BILLAH!

BTW, saya adalah orang yang suka membaca. Ada lumayan koleksi buku dirumah. Tetapi, hal ini malah membuat efek terbalik bagi saya. Malah jadi ngerasa pinter sendiri. Tambah lagi dengan pendidikan agama yang dulu intens saya pelajari secara pribadi dan institusi membuat saya semakin ‘EDAN’. Ilmu yang seharusnya membuat makin dekat sama Allah malah membuat diri menjadi TUHAN BARU.Astaghfirullaah.....

Dalam banyak debat, saya berhasil menang . Ya kelihatannya keren bisa membungkam orang hingga kehilangan kata kata, terdiam atau minimal jadi emosi gara gara kita ‘mengalahkannya’. Padahal, semua itu sangat berbahaya dimasa depan. Segera, saya menyadari waktu itu bahwa itu adalah hal yang sangat keliru BERAT! Dan saya sangat mengurangi dan dalam banyak kesempatan menghindari perdebatan sampe sekarang. Tetapi, efek sakit hati akibat debat, kritik dan ejekan yang saya lontarkan dimasa lalu ternyata belum hilang dan itu terjadi SEKARANG! Hukum Timbal balik!

Saya sekarang ini, yang biasanya males debat dipertemukan Tuhan dengan orang yang selalu bisa membuat saya ‘panas’ dan sakit hati. Saya juga secara tak sadar berteman dengan orang orang yang setelah saya sadari adalah orang dengan sifat yang sama seperti saya yaitu keras kepala dan suka berdebat. Saya juga sadar kalo ternyata saya masih juga suka cerita keburukan orang lain sehingga efek baliknya jadi orang juga suka nyeritain keburukan saya dibelakang. Waaaah…

Tak hanya itu, beberapa anggota keluarga juga pernah jadi sasaran kritik saya yang pedas dan menyakitkan itu. Ayah dan mamak juga kena. Adik juga. Dosen juga. Hampir semuanya!

Wadaw parah deh!
Hemm...

Saya jadi tau penyebab mengapa sariawan, batuk dan pilek saya belum juga mau kabur dari tubuh ini. Nah setelah menyadarinya, ternyata pola ini juga terjadi pada orang orang yang dekat dengan saya. Pada tokoh terkenal juga. Pada pemuka agama juga. Pada Trainer juga. Pokoke, selama yang namanya manusia PASTI KENA balasan apapun yang pernah dilakukan! Saya buktinya. Dan tipe penyakit 'Sekolah Diri' seperti ini, ndak bisa diterapi dengan metode penyembuhan apapun kecuali nikmati saja dan banyak minta ampun dan maaf untuk DIRI.

Beberapa kasus nyata HukumTimbal balik negative secara Extrim yang bahkan menyebabkan kematian secara cepat akan saya kisahkan blak blakan sebagai pembelajaran

‘Apapun yang anda pikir, rasa, katakan dan lakukan akan kembali pada anda pada waktu yang pas, tepat dan sangat spesifik, TANPA TERKECUALI!’
(To be continued....)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar